SIMDIK
PENERAPAN SISTEM INFORMASI
MANAJEMEN PENDIDIKAN
DALAM MENINGKATKAN KUALITAS
PELAYANAN SEKOLAH
SMA DARUSSALAM BLOKAGUNG TEGALSARI BANYUWANGI
TAHUN PEMBELAJARAN 2018/2019
Oleh: Afa Afifatul Mila
NIM: 15111110001
Kata Kunci : Sistem Informasi Manajemen Pendidikan, Kualitas Pelayanan
A.
Masalah Penelitian
Tantangan dunia kependidikan yang berorientasi pendidikan untuk semua dan
di tuntut menyediakan lulusan yang bermutu dan siap pakai dalam lapangan pekerjaan,
mau tidak mau membuat lembaga pendidikan harus menerapkan strategi yang tepat.
Di sisi lain, pemerintah memberikan kebebasan lembaga pendidikan untuk
menetapkan mekanisme pembiayaan pendidikan. Untuk itu di butuhkan sistem
informasi yang mendukung pengambilan keputusan kegiatan manajemen dalam lembaga
kependidikan.
Perkembangan teknologi informasi di Indonesia semakin
berkembang terutama pada bidang pendidikan. Dengan adanya teknologi informasi
dan komunikasi dapat memudahkan pihak sekolah untuk menyampaikan informasi
kepada orang tua/wali murid, di SMA Darussalam Blokagung Tegalsari Banyuwangi
teknologi yang baru tahun pembelajaran 2018/2019 ini diterapkan adalah presensi
fingerprint berbasis short
message service gateway. Melalui fitur ini, setelah siswa melakukan
presensi sidik jari, SMS yang berisi laporan kehadiran siswa akan secara
otomatis terkirim pada nomor HP orang tua masing-masing. Dalam dunia pendidikan
fingerprint berbasis short
message service gateway merupakan alat teknologi yang membantu sekolah
dalam meningkatkan kualitas pelayanan yang ditujukan kepada orang tua siswa
untuk mengetahui dan ikut mengontrol langsung keaktifan belajar putra/putrinya.
Berdasarkan dari pemaparan diatas, maka peneliti ingin
mengangkat tema penelitian dengan judul: ’’Penerapan Sistem Informasi
Manajemen Pendidikan dalam Meningkatkan
Kualitas Pelayanan di SMA Darussalam Blokagung Tegalsari Banyuwangi Tahun
Pembelajaran 2018/2019”
B. Rumusan Masalah
1.
Bagaimana penerapan sistem informasi manajemen pendidikan dalam
meningkatkan kualitas pelayanan di SMA Darussalam
Blokagung Tegalsari Banyuwangi Tahun
Pembelajaran 2018/2019?
2.
Apakah Sistem Informasi Manajemen Mampu Meningkatkan Kualitas Pelayanan di SMA
Darussalam Blokagung Tegalsari Banyuwangi
Tahun Pembelajaran 2018/2019?
3.
faktor-faktor apa
saja yang menjadi kendala penerapan sistem informasi manajemen di SMA Darussalam Blokagung Tegalsari
Banyuwangi Tahun Pembelajaran 2018/2019?
4.
Bagaimana
upaya sekolah dalam mengatasi kendala-kendala yang dihadapi, dalam meningkatkan kualitas pelayanan melalui
penerapan sistem informasi manajemen di SMA Darussalam Blokagung Tegalsari Banyuwangi
Tahun Pembelajaran 2018/2019?
C.
Tujuan
Penelitian
1.
Untuk
mengetahui penerapan sistem informasi manajemen dalam
meningkatkan kualitas pelayanan di SMA Darussalam Blokagung Tegalsari
Banyuwangi Tahun Pembelajaran 2018/2019
2.
Untuk mengetahui dampak penerapan sistem informasi manajemen dalam
meningkatkan kualitas pelayanan sekolah di SMA
Darussalam Blokagung Tegalsari Banyuwangi
Tahun Pembelajaran 2018/2019
3. Untuk mengetahui faktor-faktor yang
menjadi kendala penerapan sistem informasi manajemen di SMA Darussalam
Blokagung Tegalsari Banyuwangi Tahun Pembelajaran 2018/2019
4. Untuk mengetahui upaya sekolah
dalam mengatasi kendala-kendala yang dihadapi,
dalam meningkatkan kualitas pelayanan melalui penerapan sistem informasi
manajemen di SMA Darussalam Blokagung
Tegalsari Banyuwangi Tahun Pembelajaran 2018/2019.
D.
Manfaat Penelitian
1.
Manfaat Teoritis
a.
Menambah atau
memperkaya kajian teori di bidang ilmu pengetahuan khususnya sistem informasi
manajemen.
b.
Bagi peneliti
lain, dapat menjadi masukan atau sebagai refrensi bagi peneliti selanjutnya
yang akan meneliti topik yang sama yakni sistem informasi manajemen.
2.
Manfaat Praktis
a. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi peneliti untuk
mendalami teori dan mengaplikasikan ilmu yang telah di dapat.
b. Untuk memenuhi salah satu syarat skripsi program studi manajemen pendidikan
islam fakultas tarbiyah dan keguruan.
c. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan
masukan positif dalam rangka peningkatan pelayanan pendidikan
dan dapat membantu dalam kegiatan Sistem informasi manajemen pendidikan di SMA
Darussalam Blokagung Tegalsari Banyuwangi.
d. Penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi
sekolah yang bersangkutan tentang sejauh mana Upaya sekolah dalam membentuk
kualitas pelayanan melalui system informasi manajemen
E.
Ruang Lingkup
Penelitian
Penelitian ini mengambil objek penelitian di SMA Darussalam Blokagung
Tegalsari Banyuwangi pada tahun pembelajaran 2018/2019 dengan tema tentang
penerapan sistem informasi manajemen pendidikan yang membahas tentang pemanfaatan sistem
informasi manajemen dalam meningkatkan kualitas pelayanan sekoah kepada
siswa/siswi di SMA Darussalam Blokagung Tegalsari Banyuwangi.
F.
Definisi Operasional
1.
Sistem
Informasi Manajemen Pendidikan
a.
Sistem
Informasi Manajemen
Menurut Moeljodihardjo (2005: 91) sistem informasi manajemen adalah suatu metode
untuk menghasilkan informasi yang tepat waktu bagi manajemen tentang lingkungan
luar organisasim dengan tujuan untuk menunjang proses pengambilan keputusan
serta memperbaiki proses perencanaan dan pengawasan.
b.
Sistem
Informasi Manajemen Pendidikan
Menurut Rochaety (2015: 13) Sistem Informasi Manajemen Pendidikan adalah perpaduan antara sumber daya manusia
dan aplikasi teknologi informasi untuk memilih, menyimpan, mengolah, dan
menagambil kembali data dalam rangka mendukung proses pengambilan keputusan
bidang pendidikan.
Dari kedua pengertian di atas dapat di simpulkan bahwa sistem informasi
manajemen pendidikan merupakan sistem informasi yang dirancang berkaitan dengan
seluruh kegiatan belajar mengajar serta hal-hal yang mendukungnya.
2.
Kualitas
Pelayanan
a.
Kualitas
Tjiptono (2001: 30) Kualitas merupakan suatu kondisi dinamis yang berpengaruh dengan produk, jasa, manusia,
proses dan lingkungan yang memenuhi/melebihi harapan. Pelayanan
b.
Pelayanan
Menurut Gronroos dalam
Ratminto (2015: 2) Pelayanan merupakan suatu aktifitas atau serangkaian
aktifitas yang bersifat tidak kasat mata (tidak dapat diraba) yang terjadi
sebagai akibat adanya interaksi antara konsumen dengan karyawan / hal-hal lain
yang disediakan oleh perusahaan pemberi pelayanan yang di maksudkan untuk memecahkan
permasalahan konsumen/pelanggan.
Gabungan dari pengertian di atas dapat di
tarik kesimpulan bahwasannya kualitas
pelayanan adalah segala bentuk aktifitas yang dilakukan oleh perusahaan guna memenuhi
harapan konsumen.
G.
Teori Penelitian
1.
Sistem
Informasi Manajemen Pendidikan
Rochaety (2015: 13) Sistem Informasi Manajemen Pendidikan
adalah perpaduan antara sumber daya manusia dan aplikasi teknologi
informasi untuk memilih, menyimpan, mengolah, dan menagambil kembali data dalam
rangka mendukung proses pengambilan keputusan bidang pendidikan. Terkait dengan Informasi yang baik adalah informasi yang disajikan tepat pada saat
dibutuhkan. Informasi yang terlambat menjadi tidak ada nilainya karena
berkaitan erat dalam pengambilan keputusan. Sebagai mana telah disebutkan dalam Alquran
surat Al-Hujurat/49 ayat 6 disebutkan bahwa Informasi sangatlah penting
diteliti dari mana asalnya dan kebenarannya agar tidak membuat sebuah
keputusan/perbuatan yang akan merugikan tidak hanya diri sendiri, kelompok,
bahkan sampai kaummu itu sendiri. Sebagaimana berikut:
$pkr'¯»t tûïÏ%©!$# (#þqãZtB#uä bÎ) óOä.uä!%y` 7,Å$sù :*t6t^Î/ (#þqãY¨t6tGsù br& (#qç7ÅÁè? $JBöqs% 7 's#»ygpg¿2 (#qßsÎ6óÁçGsù 4n?tã $tB óOçFù=yèsù tûüÏBÏ»tR ÇÏÈ
Artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang Fasik membawa
suatu berita, Maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu
musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu
menyesal atas perbuatanmu itu.”(QS. Al-Hujurat:6)
Berdasarkan
teori dan keterangan didalam al-Qur’an tersebut terlihat bahwa adanya
keterkaitan diantaranya yang menjelaskan bahwa hendaklah menyaring
berita/Informasi yang tidak ada nilainya karena akan menimpa musibah kepada
kita.
2.
Kualitas
Pelayanan
Menurut Warella
dalam Semil, (2018: 47) Kualitas
pelayanan didefinisikan sebagai suatu perbuatan (deed), suatu kinerja (performance)
atau suatu usaha (effort). Terkait dengan kualitas Pelayanan suatu
kemampuan karyawan atas pengetahuan terhadap produk secara tepat, kualitas,
keramah-tamahan, perkataan atau kesopanan dalam membedakan pelayanan,
keterampilan dalam memberikan informasi dan kemampuan dalam menanamkan
kepercayaan konsumen terhadap perusahaan. Dalam memberikan pelayanan kepada
konsumen hendaklah selalu memperhatikan etika berkomunikasi, supaya tidak
melakukan manipulasi pada waktu menawarkan produk maupun berbicara dengan
kebohongan. Sehingga perusahaan tetap mendapatkan kepercayaan dari konsumen,
dan yang terpenting adalah tidak melanggar syariat dalam bermuamalah. Terkait dengan kualitas pelayanan juga dijelaskan dalam firman Allah surat
Al-Ahzab:21) yang berbunyi:
ôs)©9 tb%x. öNä3s9 Îû ÉAqßu «!$# îouqóé& ×puZ|¡ym `yJÏj9 tb%x. (#qã_öt ©!$# tPöquø9$#ur t ÅzFy$# tx.sur ©!$# #ZÏVx. ÇËÊÈ
Artinya: “Sesungguhnya telah ada pada
(diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang
mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut
Allah” (QS. Al-Ahzab: 21)
Di dalam hadist-hadist mulia, Rasulullah SAW telah
mempraktikkan dan memerintahkan supaya setiap muslim senantiasa menjaga amanah
yang diberikan kepadanya. Karena profesionalitas beliau pada waktu berniaga
maupun aktifitas kehidupan yang lainnya, maka beliau dipercaya oleh semua orang
dan mendapatkan gelar Al-Amin.
H.
Penelitian Terakait
Dalam penelitian ini penulis mengambil refrensi yang relevan
yaitu skripsi dari Fifi Fitriyani (UIN
Syarif Hidayatullah: 2011) dengan judul “Penerapan Sistem Informasi
Manajemen Pendidikan dalam Meningkatkan Pelayanan terhadap masyarakat Pada SMA Bakti Mulya 400
Pondok Pinang Jakarta Selatan”. Penelitian ini berfokus pada masalah
Sistem informasi manajemen pendidikan dalam meningkatkan pelayanan sekolah
terhadap masyarakat( Wibesite SMA Bakti Mulya) dengan jenis penelitian
yang digunakan skripsi tersebut adalah deskriptif kuantitatif. Adapun analisis
data yang digunakan distribusi frekuensi dengan kemudian diprosentasikan. untuk
memperlihatkan/memotret Sistem informasi Manajemen Pendidikan dalam
Meningkatkan Pelayanan Sekolah terhadap Masyarakat.
Persamaan penelitian sebelumnya dengan yang akan
peneliti lakukan adalah membahas tentang penerapan sistem informasi manajemen
pendidikan. Dan perbedaan penelitian sebelumnya dengan penelitian yang akan
dilakukan adalah pendekatan yang digunakan dalam penelitian, lokasi dan fokus
penelitiannya. Dimana pendekatan yang digunakan peneliti adalah kualitatif sedangkan penelitian oleh
fifi fitriyani menggunakan pendekatan kuantitatif. Peneliti memfokuskan sistem
informasi manajemen pendidikan lebih kepada kualitas pelayanan sekolah
sedangkan peneliti oleh fifi fitriyah memfokuskan sistem informasi manajemen
pendidikan lebih kepada pelayanan
terhadap masyarakat melalui wibsite. Dan perbedaan penelitian yang terakhir
terletak pada lokasi penelitian yang digunakan fifi fitriyah dilakukan di SMA
Bakti Mulya 400 Pondok pinang Jakarta Selatan sedangkan penelitian yang akan
dilakukan peneliti berlokasi di SMA Darussalam Blokagung tegalsari Banyuwangi.
Penelitian oleh Dwi Suranto Universitas Negeri Yogyakarta: 2010)
yang berjudul “Penerapan Sistem Informasi Manajemen Pendidikan dalam
Meningkatkan kualitas Pelayanan Sekolah di SMK se-Kabupaten Bantul”.
Dalam skripsi tersebut fokus kepada masalah penerapan sistem informasi
manajemen pada pendidikan dalam meningkatkan kualitas pelayanan di sekolah
menggunakan jenis penelitian evaluatif kuantitatif. pengambilan data dilakukan melalui angket,
wawancaram observasi, dan dokumentasi dan analisis data menggunakan analisis
kualitatif dengan reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Penyajian. Hasil
dari penelitian tersebut adalah penerapan sistem informasi manajemen dalam
meningkatkan kualitas pelayanan sekolah.
Persamaan penelitian sebelumnya
dengan yang akan peneliti lakukan adalah membahas tentang penerapan sistem informasi manajemen dalam meningkatkan
kualitas pelayanan sekolah dan pendekatan yang digunakan sama-sama menggunakan
pendekatan kualitatif. Dan perbedaan penelitian terdapat pada lokasi dan fokus masalah yang diteliti. Fokus
masalah yang Dwi Suranto teliti meliputi SMK se-Kabupaten Bantul sedangkan
penelitian yang akan dilakukan peneliti berlokasi di SMA Darussalam Blokagung
tegalsari Banyuwangi. Dan perbedaan terakhir terletak pada batasan yang
diguanakan peneliti sebelumnya yang meliputi bidang kurikulum, kesiswaan,
sarana dan prasarana, kepegawaian dan Humas. Sedangkan penelitian yang akan
dilakukan terletak pada batasan pemanfaatan sistem informasi manajemen dalam
pelayanan sekolah di bidang kesiswaan, tata usaha dan kepala sekolah.
I.
Kerangka Berpikir
Sistem Informasi Manajemen Pendidikan adalah suatu sistem yang didesain
sebagai pendukung kegiatan fungsi manajemen
dalam rangka menunjang tercapainya sasaran dan tujuan fungsi-fungsi
operasional dalam organisasi pendidikan. Pelayanan sekolah yang berkualitas
terkait dengan banyak faktor salah satunya penerapan dan pemanfaatan sistem
informasi manajemen di SMA Darussalam Blokagung Tegalsari Banyuwangi. SMA
Darussalam sebagai sekolah yang secara khusus mempersiapkan tenaga kerja
tingkat menengah yang terampil, tangguh, profesional dan yang selalu
berorientasi pada perkembangan situasi kerja dimasyarakat. Sehubungan dengan
itu, adanya sistem informasi manajemen yang baik dalam menyajikan data yang
akurat dan mudah diakses merupakan hal yang amat penting sehingga mampu
memberikan pelayanan yang berkualitas kepada warga sekolahnya, peneliti
memberikan gambaran diagram kerangka teoritis sebagai berikut:
Sumber
Gambar Oleh Peneliti
J.
Jenis Penelitian
Jenis Penelitian yang di gunakan oleh peneliti
adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif ,
penelitian deskriptif kualitatif ini
sering disebut metode naturalistik karena penelitiannya dilakukan pada kondisi
alamiah. Sugiyono (2016: 223)
menjelaskan bahwa dalam penelitian kualitatif
segala sesuatu yang akan dicari dari objek penelitian belum jelas
termasuk masalah, sumber data dan hasil yang diharapkan dari suatu penelitian.
Jelas pada definisi ini memberi gambaran bahwa dalam penelitian kualitatif
memanfaatkan wawancara mendalam mengenai kondisi sebenarnya yang ada
dilapangan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif karena
peneliti ingin menggali informasi
terkait penerapan sistem informasi manajemen pendidikan dalam meningkatkan
kualitas pelayanan di SMA Darussalam Blokagung Tegalsari Banyuwangi .
K.
Pendekatan
Patilima dalam
Alfinasari (2007: 59) menjelaskan alasan penggunaan pendekatan
kualitatif karena penelitian tersebut bertujuan memahami suatu situasi sosial,
peristiwa, peran, interaksi dan kelompok. Secara
bertahab peneliti berusaha memahami fenomena sosial dengan membedakan,
membandingkan, meniru, mengkatalogkan, dan mengkelompokkan objek studi. Dari
defini diatas peneliti memilih pendekatan kualitatif karena peniliti ingin
mengetahi langsung fenomena sosial terkait kualitas pelayanan sekolah terhadap
penerapan sistem informasi manajemen pendidikan yang ada di SMA Darussalam
Blokagung Tegalsari Banyuwangi Tahun Pembelajaran
2018/2019.
L.
Paradigma
Menurut Sugiyono (2016: 42) paradigma penelitian diartikan sebagai pola
pikir yang menunjukkan hubungan antar variabel yang akan diteliti. Pada metode
penelitian kualitatif paradigma yang digunakan adalah paradigma
postpositivistik yang mana peneliti harus memandang realitas sosial sebagai
sesuatu yang holistik/utuh, komplekss, dinamis, penuh makna, dan hubungan
gejala bersifat interaktif (reciprocal). Sehingga peneliti ingin
mengetahui realita yang ada dalam penerapan sistem informasi manajemen
pendidikan dalam Meningkatkan kualitas pelayanan di SMA Darussalam Blokagung Tegalsari Banyuwangi Tahun Ajaran
2018/2019.
M.
Jenis Data
Dalam penelitian kualitatif jenis
data yang akan didapatkan berupa data selain angka. Sehingga metode pengumpulan
data yang digunakan dalam penetilian ini berupa wawancara dan dokumen-dokumen.
N.
Sumber Data
Sumber data dalam
penelitian merupakan subjek dari mana sebuah data itu diperoleh. Menurut
Sugiyono (2013: 62) sumber data diklasifikasikan menjadi dua, yaitu:
1. Data Primer
Data primer adalah data yang didapat secara langsung dari sumber yang
diteliti. Data primer ini didapatkan melalui wawancara langsung dengan pihak
yang berkompeten dalam pengelolaan sistem
informasi manajemen di bidang kesiswaan dan bidang tata usaha SMA Darussalam
Blokagung Tegalsari banyuwangi.
2. Data Sekunder
Data sekunder
adalah data yang didapat secara tidak secara langsung yang
berupa dokumentasi yang telah tersedia. Data dalam
penelitian ini berupa dokumen-dokumen yang dapat berbentuk tabel dan
bagan-bagan yang berkaitan dengan penerapan sistem informasi manajemen di SMA
Darussalam Blokagung Tegalsari Banyuwangi.
O.
Instrumen Penelitian
Sugiyono (2016: 223-224) menjelaskan bahwa dalam penelitian kualitatif
instrumen utamanya adalah peneliti sendiri, namun selanjutnya setelah fokus
penelitian menjadi jelas, maka kemungkinan akan dikembangkan instrumen
penelitian sederhana, yang diharapkan dapat melengkapi data dan membandingkan
dengan data yang telah ditemukan melalui observasi dan wawancara. Maksud dari
instrumen penelitian utamanya peneliti sendiri dikarenakan peneliti yang
menetapkan fokus penelitian, memilih informan sebagai sumber data, menilai
kualitas data, analisis data, menafsirkan data dan membuat kesimpulan atas
temuannya yang dilakukannya secara sendiri. Maka peneliti sebagai instrumen
juga harus divalidasi seberapa jauh peneliti kualitatif siap melakukan
penelitian yang selanjutnya terjun ke lapangan.
P.
Teknik Pengumpulan Data
Menurut Sugiyono (2013: 224) teknik pengumpulan data merupakan langkah yang
paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah
mendapatkan data. Dalam penelitian ini metode pengumpulan data yang digunakan
untuk memenuhi kebutuhan adalah:
1. Observasi
Pada
penelitian ini peneliti menggunakan observasi tak berstruktur karena pada
penelitian ini fokus masalahnya belum jelas. Sugiyono (2016: 228) menjelaskan observasi tidak terstruktur
adalah observasi yang tidak dipersiapkan secara sistematis tentang apa yang
akan diobservasi. Hal ini dilakukan karena
peneliti tidak tahu secara pasti tentang apa yang akan diamati. Tujuan dilakukannya observasi tak
berstruktur ini adalah peneliti ingin
memperoleh gambaran secara nyata bagaimana upaya sekolah dalam meningkatkan kualitas
pelayanan sekolah melalui Sistem Informasi Manajemen Pendidikan di SMA Darussalam Blokagung Tegalsari Banyuwangi
Tahun Pembelajaran 2018/2019
2. Wawancara
Wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara terstrukur. Wawancara
terstruktur
digunakan sebagai
teknik
pengumpulan
data, bila peneliti atau pengumpul data telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh. Oleh karena
itu
dalam melakukan
wawancara,
pengumpul data telah menyiapkan instrumen penelitian
berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis yang alternative jawabannya pun
telah disiapkan.
Dalam wawancara
ini penulis melakukan tanya jawab dengan narasumber yang
berkaitan dengan penelitian, yaitu kepala sekolah, WKS Kesiswaan
dan staf tata usaha. Wawancara ini bertujuan untuk memperoleh
data tentang Penerapan Sistem Informasi Manajemen pendidikan dalam
meningkatkan kualitas pelayanan di SMA Darussalam Blokagung Tegalsari
Banyuwangi Tahun Pembelajaran 2018/2019.
3. Dokumentasi
Studi
dokumentasi yang
penulis lakukan dalam penelitian
ini adalah mengumpulkan data tertulis berupa
dokumen-dokumen yang dimiliki sekolah.
Dokumen-dokumen tersebut yaitu
diantaranya:
a. Bagan alur
pengelohan data
b. Bagan proses
pengolahan data (Siklus Informasi)
c. Bagan Pemanfaatan
Informasi Dalam Kegiatan Manajemen
Q.
Teknik Analisis Data
Setelah data observasi,
wawancara dan dokumentasi
terkumpul, maka selanjutnya penulis melakukan analisa data. Analisa data yang
penulis gunakan adalah teknik analisis deskriptif, artinya penulis berupaya
menggambarkan kembali data-data yang
terkumpul mengenai
penerapan sistem informasi manajemen pendidikan dalam meningkatkan kualitas
pelayanan di SMA Darussalam Blokagung Tegalsari Banyuwangi.. dari yang peneliti
paparkan diatas sama seperti penjelasan yang diungkapkan oleh Bogdan dalam
Sugiyono (2013: 244) bahwa Analisis data adalah proses mencari dan menyusun
secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan,
dan bahan-bahan lain, sehingga dapat mudah dipahami, dan temuannya dapat
diinformasikan kepada orang lain. Teknik analisis data yang digunakan dalam
penelitian yaitu interaktif tiga model yaitu:
1.
Reduksi Data
Reduksi data adalah
komponen pertama dalam analisis yang merupakan proses seleksi, pemfo kusan,
penyederhanaan dan abstraksi data dari field note. Maksud dari
pengertian diatas bahwa Proses reduksi data ini berlangsung sejak peneliti
mengambil keputusan kerangka kerja konseptual, melakukan pemilihan masalah,
menyusun pertanyaan penelitian, dan juga waktu menentukan cara pengumpulan data
yang akan digunakan.
2.
Penyajian Data
Penyajian data adalah suatu
rancangan organisasi informasi yang memungkinkan kesimpulan penelitian dapat
dilakukan. Data dalam penelitian ini disajikan dalam bentuk narasi kalimat yang
disusun secara logis dan sistematis mengacu pada rumusan masalah, sehingga bila
dibaca akan bisa dipahami berbagai hal yang terjadi dan memungkinkan peneliti
untuk membuat sesuatu pada analisis
ataupun tindakan lain berdasarkan pemahamannya tersebut. Artinya sajian
data ini merupakan gambaran data hasil Penelitian untuk menjawab permasalahan
berdasarkan logika penelitian.
3.
Penarikan
Kesimpulan
Kesimpulan yang dibuat oleh peneliti adalah
berdasarkan intepretasi yang dilakukan peneliti
berdasarkan data-data dari lapangan yang telah disajikan sebelumnya.
Penarikan kesimpulan dibuat berdasarkan tabulasi hasil
penerapan sistem informasi mananjemen pendidikan dalam meningkatkan kualitas
pelayanan di SMA Darussalam Blokagung Tegalsari Banyuwangi, serta penyajian
hasil wawancara dengan objek
penelitian.
Daftar Pustaka
Arisandy, Yosy. Dkk. 2017. Sistem
Informasi Manajemen. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Hidayat, Rahmat. Wijaya, Candra. 2017. Ayat-ayat
Al-Qur’an Tentang Manajemen Pendidikan Islam. Medan: LPPI (Lembaga Peduli
Pengembangan Pendidikan Indonesia)
Ratminto.
Septi Winarsih, Atik. 2015. Manajemen Pelayanan. Yogyakarta: Pustaka
Pelajar
Rochaety, Eti. dkk. 2005. Sistem Informasi
Manajemen Pendidikan. Jakarta: PT. Bumi Aksara
Semil, Nurmah. 2018. Pelayanan
Prima Instansi Pemerintah. Depok: Prenadamedia
Sugiyono.
2016. Metode Penelitian. Bandung: Alfabeta
Komentar
Posting Komentar